“Buku adalah gudang ilmu”, “Buku adalah jendela dunia”. Pepatah yang sungguh menyimpan arti yang dalam. Karena dengan membaca buku maka akan membuka cakrawala pengetahuan kita. Semasa kuliah, perpustakaan adalah salah satu tempat favorit. Beraneka macam buku tertata rapi, suasana yang tenang, hingga tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Disamping itu internet juga tersedia, sehingga jika ada informasi yang belum tersedia dalam bentuk hardcopy alias buku, maka kita bisa peroleh softcopy-nya dengan internet. Tak sulit bagiku memperoleh informasi yang paling up to date sekalipun, karena koleksi yang selalu bertambah baik dari dalam maupun luar negeri dengan berbagai macam disiplin ilmu. Bahkan usai membaca buku seringkali timbul perdebatan di ruang kuliah. Sungguh suasana yang tak akan pernah kulupakan.
Tapi … itu cerita dulu. Sekarang di lingkungan kerjaku perpustakaan entah dimana ? Tak bisakah diusahakan sebagai prioritas baik dari segi ruangan dan koleksi buku-buku nya ? Tapi aku sadar dengan situasi dan kondisi, aku bisa memakluminya. Tapi bisakah juga dipikirkan sebagai prioritas utama ?
Satu hal yang mengganjal dibenakku : “Kenapa imbasnya begitu terasa, murid-murid menjadi susah berkembang, cenderung pasif karena bergantung dengan guru”, padahal keinginanku mereka bisa banyak ekplorasi di rumah dengan bantuan buku sebagai penuntun mereka (second teacher).
Semoga tulisanku ini bisa menciptakan solusi. Aku rindu murid-murid yang kritis, suka berdiskusi. Seperti masa-masa aku kuliah dulu.