AC sudah menjadi wajib di pasang di dalam lab computer. Hal ini dikarenakan computer yang menyala akan mengeluarkan panas. Selain itu sirkulasi udara, jumlah orang yang ada dalam ruangan serta ukuran ruangan juga mempengaruhi suhu di dalam ruangan. Mengingat sudah dipastikan begitu di pasang AC pasti lubang-lubang ventilasi dan cendela harus dalam keadaan tertutup agar udara di dalam ruangan dapat dingin dan stabil. Imbasnya jika lab computer terasa panas adalah konsentrasi siswa dan guru dalam kegiatan kbm menjadi terganggu. Selain itu dengan adanya AC computer akan menjadi awet, karena walau di pakai berjam-jam akan dingin oleh AC.
Pada masa awal AC di pasang tidak ada masalah. Semua merasa senang. Kelas menjadi dingin di saat suhu di luar sangat panas. Sehingga betah rasanya berlama-lama di labkom untuk melakukan penelitian.
Tapi lambat laun AC mulai tidak normal, sering tiba-tiba mati dan ruangan menjadi panas. Hal ini disebabkan MCB “njeglek”, sehingga perlu dihidupkan lagi. Tapi lagi-lagi “njeglek” lagi. Jengkel rasanya harus bolak-balik untuk menghidupkan MCB. Akhirnya karena sudah tidak tahan lagi, terpaksa mengadu untuk segera MCB diganti. Untungnya segera di respon dengan penggantian MCB. Lab computer pun jadi dingin kembali dan tidak “njeglek” lagi. Tapi masalah rupanya tak kunjung usai. Entah mengapa, beberapa waktu berlalu kondisinya malah semakin parah. Karena menurutku ternyata bukan masalah MCB, melainkan tegangan listrik yang harus dinaikkan mengingat peralatan yang membutuhkan listrik bertambah jumlahnya. Namun belum diimbangi dengan dinaikkannya daya. Saya tidak habis pikir karena sewaktu AC dihidupkan aliran listrik menjadi mati sebagian di sekolah, namun kebijakan sekolah malah mencabut aliran listrik ke AC. Ini sama saja mengalihfungsikan AC sebagai barang hiasan. Kalau tidak ingin dikatakan AC rusak. Sungguh heran aku dibuatnya dengan keputusan ini …..
Salahkah aku jika terpaksa mengijinkan siswa keluar “ngisis” ? Atau memulangkan lebih awal dari waktu semestinya karena sudah tidak tahan dengan panas di ruangan ? Karena suasananya mejadi seperti mandi sauna (mandi uap). Atau seperti atlit yang lari 100 km tanpa henti, karena keringat keluar mengucur deras.
Semoga tulisanku ini bisa segera direspon. Atau ada orang yang menyambung lidahku, karena aku sudah berusaha tetapi “hasilnya masih nihil”.